Indonesia International Fantastic Film Festival (iNAFFF 2009)

Nonton film sambil teriak-teriak, gigit-gigit tangan orang, hingga fangirling, mungkin cuma bisa dilakukan di iNAFFF atau Indonesia International Fantastic Film Festival di Blitz Megaplex. Event yang sebelumnya berjudul ScreamFest ini emang khusus nayangin film-film dengan genre fantastic. Define fantastic, please! Well, khusus di event ini, fantastic berarti film-film horror, thriller, anime, fantasy dan sci-fi yang bisa bikin kita jerit-jerit dan heboh sendiri pas nonton.

Maka, sekali lagi dengan mengandalkan invitation yang dihibahkan kakak ipar gue, gue mendatangi dua event besar di iNAFFF 2009 yakni opening dan closing.

Opening Day (Jumat, 13 November 2009) – Blitz Grand Indonesia
screening film : Rumah Dara / Macabre

Film karya The Mo Brothers ini baru resmi tayang di bioskop Januari 2010. So i was quite excited menjadi salah satu dari beberapa penonton pertama. Ringkas cerita, enam orang kawan bertemu seorang perempuan bernama Maya yang tersesat di Bandung. Mereka akhirnya memutuskan untuk memberi tumpangan pulang buat Maya. Sesampainya di tujuan, mereka dikenalkan kepada Dara, ibunya Maya dan saudara laki-laki Maya yang bernama Adam. Seiring bergulirnya cerita, keramahan keluarga itu hilang dan mereka mulai membantai enam orang ‘tawanan’ tersebut satu per satu.

Gue nggak tahu apakah Indonesia pernah bikin film slasher sebelumnya. Tapi yang jelas, menurut gue Rumah Dara ini salah satu film layak tonton. Film ini menawarkan petualangan baru buat penonton Indonesia. Keseruan menonton bukan dibangun dari penampakan hantu kacangan atau adegan mesum yang lagi marak saat ini, melainkan dari kepanikan dan darah yang berceceran dimana-mana. (fyi menurut gue darah di film ini cukup mantap karena gak berubah jadi pink di kain. Gak seperti film-film Indonesia pada umumnya. Haha.). Apalagi, Rumah Dara ini sebelumnya udah sering jalan-jalan di festival film luar negeri. Shareefa Danish sebagai Dara bahkan diganjar Best Actress di Puchon International Fantastic Film Festival 2009. Sadis.

Gue nonton bareng teteh gue yang awalnya niat banget pengen nonton. Eh pas di dalem auditorium dia malah sibuk nutup kuping nutup mata karena ga tahan liat adegannya. Haha. Selain itu gue juga nonton bareng Nanien dan Rizu. Dynamic Duo yang berhasil memenangkan kontes nonton opening iNAFFF di facebook.


Intermezzo Day (Sabtu, 14 November 2009) – Blitz Grand Indonesia
nonton : Yatterman


Inilah yang gue sebut dengan the real double date. Gue nonton film yang diperanin sama SHO SAKURAI ini bareng Mr. Toraja (yang bersedia setelah melalui beberapa pemaksaan mental dan fisik). Udah gitu gue juga bareng sama anak-anak camen kayak Nanien, Rizu, Dechu, Yuni dan Lescha. Jadi, gue sebelumnya emang udah memperingatkan Mr. Toraja kalo malam itu hati gue akan terbagi antara dia dan Sho. Selain itu gue juga bilangin dia untuk siap-siap denger jeritan cinta-tak-sampai para fangirls yang nonton di auditorium. Karena bener aja, selain gue dan Nanien, penonton yang dateng rata-rata adalah anak-anak forum Arashi di internet. Jadi status laki gue malam itu adalah “intimidated, alienated”.


Overall, filmnya ngawur, tipe live-action dari anime yang agak maksa, dan : MESUM ala Miike Takashi. Bahkan sampai saat ini Nanien masih sakit hati kalo inget adegan Sho menghisap racun kalajengking di paha perempuan lain. Hahaha. FREAK FREAK FREAK. Saat paling seru di acara nonton kali ini adalah ketika film berakhir. Panitia iNAFFF udah siap-siap di deket layar untuk say ‘thanks’ ke penonton yang mau keluar. Tetapi karena isinya kebanyakan fan hardcore, penonton ternyata belum juga turun sampai credit title selesai. Pas credit title, di layar ada cuplikan adegan-adegan film diiringi sama soundtrack ‘Believe’ dari Arashi. Jadilah semua orang nyanyi rame-rame. Lagu diakhiri dengan lirik “This is the movement!”. Dan semua orang secara serentak meneriakkan lirik itu dengan lantang diikuti tepuk tangan meriah. Hahaha. Panitianya pada bengong. Mungkin gak habis pikir film sengawur ini kok pada antusias banget.


Closing Day (Minggu, 22 November 2009) – Blitz Grand Indonesia
screening film : The Fourth Kind


Sama seperti opening day, film yang dibintangi Milla Jovovich ini baru resmi edar di bioskop Desember 2009. Gue nonton film ini bareng Nanien dan setelah itu membajak rumah Donda di cendana. Jujur gue antusias banget pengen nonton setelah melihat review PO iNAFFF, Rusli Edi atau Sly yang bilang kalo dia pertama kali nonton film ini di Cannes dan merinding banget.


Kalo denger tema nya : Alien Abduction, mungkin lo akan langsung bilang. “aahh.. another cheesy movie.”. Tapi ternyata film yang disutradarai sama Olatunde Osunsanmi ini menawarkan taste yang berbeda. Film ini bilang kalo ceritanya diangkat dari actual case studies tentang orang-orang yang hilang di Alaska pada periode waktu tertentu. Menurut gue formatnya unik dan keren karena ada saat-saat film ini menyandingkan rekaman adegan asli (dokumenter) dengan adegan yang sudah diperankan oleh aktris atau aktornya. Yang paling bikin gue salut adalah film ini membangun ketegangan dari suasana, dialog, ekspresi, dan sisipan footage asli khas handycam. Bukan dari penampakan-penampakan murahan.


Tapi, kalo mau nonton film ini, ikutin saran Rusli Edi : Stop cari resensi, review, atau informasi apapun mengenai film ini. Karena kesan yang timbul ketika lo menonton film ini dari nol akan lebih mantap daripada ketika lo udah baca-baca info tentang film ini. Gue udah nyoba dan gue rasa gue ngerti kenapa Sly bilang begitu.

Uooooh. Gue berharap iNAFFF akan ada lagi tahun depan. Dan gue harap Mas gue akan menghibahkan lagi invitation buat opening dan closingnya. Hohoho.
Mau tahu lebih lanjut tentang event seru yang udah lewat ini :p ? kunjungi http://www.inafff.com/2009/index.php


Mayhem. Movie. Mayhem


Th1rteen R3asons Why

I just finished reading another brilliant book called "Th1rteen R3asons Why" by the author Jay Asher. The story is very unique. And this is the 'can't-put-it-down-til-i-finish-it' type of book. Here is the preview written on the jacket cover :

"Clay Jensen returns home after school to find a strange package with his name on it lying on his porch. Inside he discovers several cassette tapes recorded by Hannah Baker -his classmate and crush- who committed suicide two weeks earlier. Hannah's Voice tells him there are thirteen reasons she decided to end her life. Clay is one of them. If he listens, he'll find out why. Clay spends the night crisscrossing his town with Hannah as his guide. He become a first-hand witness to Hannah's pain, and learns the truth about himself - a truth he never wanted to face."

D'oh! i have always been weak to those dark, mysterious, closing sentences on the book covers. I can't handle words like '...and what he discovers change his life forever...' or '...she may have to pay for the truth with her life....'. Well, i admit i am a big fan of suspense, thriller, and criminal fictions. But i must stop being so impulsive when it comes to those kind of sentences, someday. (but maybe not in this lifetime) :p

However, this time -thanks to my superbookworm instinct- the sensational closing sentence truly represents the excellence of the story. Through Hannah and Clay's dual narratives, the book took me inside regular teenagers' heads, figuring how cripple and fragile we could be over some reasons people may not understand. We don't know that our simple jokes or pranks might affect someone's life badly, or be adding to his/her pain. Therefore, it is important to be aware of how we treat others. This book is just superb. The theme, the plot, the style, the message. This is Jay Asher's first book, and i can't wait to read his next one. Another reason to love this book is the package. On the backside of the jacket cover, there is a simple map just like the one Clay uses to crisscross the city. You can experience the journey yourself.

Oh by the way, once i've told you that when i read novels, my mind naturally imagine the real people play the role of the characters (i believe you do too). For the desperate Hannah Baker, i imagine Lea Michele who plays as Rachel Berry in Glee series. While, for the nice and clueless Clay Jensen, i imagine Cory Monteith who plays as Finn Hudson also in Glee.

Haha this could be the effect of running and re-running my favorite tv series in my spare time. what? you don't know Glee? Go google it in the next tab or window, or put on Fox on your TV channel, or just download it from the web if you can. You'll love the show right away. :D (Well, this definitely turns into different topic).

Anyway, if you want to know more about Jay Asher and his book, you can go to http://www.thirteenreasonswhy.com/ or his blog http://www.jayasher.blogspot.com/. In his blog, he put the mini version of the audiobook. So you can listen to Hannah and Clay's voice there.
-------------------------------------------------------------------------------
++
Perbincangan singkat Abah dan Anak di dalam mobil dari Depok menuju Tangerang.
Abah : "Neng itu siapa sih?" (menunjuk baliho iklan XL)
Anak : "Raffi Ahmad" (tau hanya dengan sepintas melihat)
Abah : "Ah bukan..."
Anak : "Raffi Ahmaad.."
Abah : "Bukan.."
Anak : "...."
Minggu berikutnya :
Abah : "Neng itu siapa sih?" (Ya, masih menunjuk baliho yang sama)
Anak : "Kan udah pernah bilang. Raffi Ahmad."
Abah : "Bukan.."
Anak : "Raffi Ahmaaad.."
Abah : "Bukan. orang itu ngga brewokan.."
Anak : "..."
Jangan-jangan bokap gue selama ini salah mengira Raffi Ahmad dengan Osama bin Laden.
Absurd.

Miyabi!

Lebaran hari kedua, gue dan keluarga seperti biasa silaturahmi ke daerah Parung, tempat tinggal keluarga besar pihak bokap gue. Pas lagi ngumpul, tante gue yang gaul tiba-tiba manggil gue keras-keras "dasar, MIYABI!". Gue kaget banget. Sementara sepupu-sepupu cowok gue cuma kaget sedetik lalu ngakak sampe puas. Gue cuma bisa "hahh...?". Emang gue sebinal apa sampe tante gue ngatain gue bintang porno?

Pas gue klarifikasi, ternyata tante gue gemes liat gaya gue yang saat itu lagi rada jepang (rambut digulung bediri-bediri, poni depan+samping, mata rada cina sama kemeja semi kimono). Seharusnya bisa aja doi manggil gue Yoko, Haruka, atau Izumi. Tapi kok ya bisa kepikirannya MIYABI. Tante gue ngga tau kalo miyabi adalah perempuan nomor satu di hati (atau organ lain) para pria normal. Dia malah ngira kalo Miyabi itu tokoh kartun sepermainannya Naruto, Sailor Moon dsb.

Gawat banget kalo Miyabi jadi kartun di indosiar. Bisa-bisa anak-anak cowok serentak tak perjaka sejak dini.

***************************************

Sekalian cerita. Pas mau libur lebaran kemaren, Mr. Toraja jemput gue ke Depok. Di tengah perjalanan, tiba-tiba topik pembicaraan berubah ke sinetron Para Pencari Tuhan. Singkatnya, di sinetron yang tayang selama bulan ramadan itu ada konflik antara satu cowok (Azzam) dan dua cewek (Ayya dan Kalila). Ayya sama Azzam udah pacaran lebih dulu, tapi karena Ayya suka agak jual mahal, Azzam jadi agak berpaling ke Kalila, sahabat Ayya sendiri. Terus jadilah dua cewek itu 'rebutan' Azzam. Di rumah gue sendiri jadi muncul macam-macam pendapat. Ada yang nyalahin Ayya karena jual mahal, nyalahin Azzam karena plin-plan sebagai cowok, dan ada juga yang nyalahin Kalila karena ngeganggu hubungan sahabatnya sendiri.

Gue pribadi belain Ayya karena menurut gue biar bagaimanapun dia udah duluan sama Azzam. Gue lebih cenderung nyalahin Azzam dan Kalila. Yaudahlah sepanjang obrolan tentang topik PPT, gue ngedumel tentang ga enaknya diduain, nyebelinnya laki-laki, dan teganya Kalila. Terus karena Mr.Toraja yang lagi nyetir ngerespon bacotan gue dengan "haa..hemm.. haa..hemm.." doang, gue tanyain sambil ninju bahunya.

"Kamu!! kalo kamu jadi Azzam, kamu pilih Ayya apa Kalila?!"
"hemm....."
"Yang!! kamu mau tetep setia sama pasangan kamu dan terima dia apa adanya, apa mau nyari cewek lain kayak Kalila gitu?!!"
"hemm..."
"Omooo?!!"



"Aku sih pilih Azzam aja. Abis dia seksi banget..."



Ya Allah, how gay my guy is....

f-ing terroro

You landed here, assisted by your so-called mujahidin crews, planted some so-called jihad bombs in our country.

I still don't get you and your buhrrr-rilliant theory. i believe we share the same God. but This God i have known all along never ordered me to kill others. did you ever know how devastating those explotions were to the security our government had painstakingly built for the last five years? just can't buy the excuses.

Death is, i believe, a state of eternal peace since we are about to meet our God. but do you know what's so funny about your death? you look so f-ing ugly even when you're dead.
i hope God will punish you hard. yes, the very same God whom you had falsely accused.

i hope you rot in hell.

tante poni datang lagi

Tante Poni yang kreatif nan destruktif beraksi lagi kali ini! Selama liburan, gue mengisi waktu dengan kegiatan-kegiatan yang (gue anggap) kreatif. Beberapa kegiatan yang melibatkan kreativitas yang kadang terlalu dipaksakan itu adalah :

1. Membuat Daily Planner sendiri. Sebelumnya, gue jarang pake daily planner atau agenda buatan toko karena berat, kaku, ribet, dan desainnya kurang sesuai sama selera gue. Makanya gue iseng-iseng bikin daily planner sendiri. Gampang banget caranya. Tinggal bikin master desain halamannya terus dipotokopi sesuai jumlah yang lo inginkan. Untuk cover depan dan belakangnya lo bisa desain sesuka lo. Tinggal dilaminating, terus di jilid atau di spiral sama kertas isi yang tadi udah dipotokopi. VOILA!

Setidaknya menurut gue DIY planner ini cukup bagus, enteng, praktis, efisien, fun, sesuai selera gue, dan JAUH lebih murah dibandingin planner bikinan toko. hehehe.

2. Membuat bantalan iPod sendiri. Karena gue lagi bokek abis ngeborong buku dan ga mampu beli soft jacket buat iPod gue, maka gue berinisiatif membuat sendiri pelindung bodi iPod gue yang terancam lecet-lecet karena sering ditaro dengan cara semi-banting. Lagi-lagi ini gampang dan murah banget. Gue cuma ngebungkus iPod gue dengan sampul plastik agak tebel yang biasa dipake buat nyampul buku-buku gue. Udah gitu, gue tempelin renda-renda yang agak tebel di atas plastik itu, di bagian belakang iPod. VOILA!
Dua keuntungan, screen protector jadi-jadian dan tambahan lemak untuk mencegah lecetnya si iPod ketika ditaro atau dibawa. Hehehe. Menurut gue soft jacket jadi-jadian ini cukup amanlah sementara ini (atau selamanya).

3. Menghias sepeda neng Kayla buat parade sepeda hias 17 Agustusan di komplek rumahnya. Aduh sayangnya gue gak inget buat poto hasil karya gue yang ini. Tapi yang jelas, lagi-lagi gue memergunakan barang-barang yang tersedia di rumah kayak kertas krep, payet, manik-manik, bola-bolaan plastik, balon, bendera kecil dan mahkota mainannya neng Kayla. Gue pikir, daripada beli? toh cuma buat sehari. ya nggak sih? hehehe. Hasilnya lumayan heboh (dan norak) kok. Esensinya kan, heboh, stands out. hahahah.

Kegiatan (sok) kreatif gue lainnya adalah :
- Menghias kado buat temen-temen nya neng Kayla yang ultah, + kartu ucapan dengan korsase jadi-jadian dari renda bekas.
- 'Jalan-jalan susah' ke Bandung sama temen-temen SMA gue. Seru! dan jauh dari foya-foya karena emang mau sok-sok backpacker (tapi cuma nyampe Bandung) heheheheh.
- Jadi bendahara RT dan panitia acara di komplek rumah. (OMG Gaol abesh deh!)
- dan, BIKININ FACEBOOK BUAT ABAH.

hehehehe! dibanding semuanya, ini yang peling heboh. Ini inisiatif gue sendiri biar si Abah tambah GAOL dan bisa ngobrol sama temen-temen lama di kantor, kampus dan SMAnya. Si Abah yang, gue akui, rada gaptek, ternyata cukup antusias menerima virus ini yang dulu sering dipertanyakan esensinya oleh beliau. Sekarang beliau malah keasikan update status, comment, chat, sama browsing. Hahahahah. Resmi sudah, ada kegiatan baru dalam daftar 'Mengisi-Hari-Hari-Pensiun' Abah. Shalat, Ngaji, ke Masjid (secara, ketua masjid), jadi ketua PPS pemilu, jalan-jalan, nganter anak-istri-cucu, main game, dan FACEBOOK! hehehe.Kalo mau add (ih iseng banget), alamatnya 'sofyan qizwini'. Fotonya bokap-bokap pake baju koko sama kopiah. hehe.
-------------------------------------------------------------------------------------
Mengisi liburan bagi gue juga berarti melahap buku-buku. Makin kesini gue makin menyadari kalo gue lebih terhibur dengan buku daripada dengan musik atau senam lantai (lah?). Mungkin karena gue orang yang sangat visual. Hal-hal yang bisa dinikmati dengan mata seperti buku atau film lebih menarik buat gue daripada musik apalagi senam lantai. Maka, seperti beberapa postingan sebelumnya, mungkin gue akan terus bagi-bagi info tentang buku-buku menarik yang pernah gue baca. Ini ada dua novel yang baru-baru ini gue baca:
The Lucky One
Author : Nicholas Sparks

Kalo gue nyebut 'A Walk to Remember', 'Nights in Rodanthe', dan 'The Notebook', lo pasti ngeh kan? Yap, film-film tersebut diangkat dari novel-novel ciptaan Nicholas Sparks. Yang gue suka, Sparks gak pernah terlalu mendayu-dayu dalam bercerita walopun genre bukunya cenderung ke drama ataupun romance. Bahasanya enak dan walopun ceritanya simpel, tapi Sparks cukup jago dalam menciptakan suasana dan menggambarkan karakter tokoh-tokohnya. Udah gitu, premis ceritanya lumayan unik. The Lucky One bercerita tentang Logan Thibault, seorang U.S. Marine yang menemukan foto seorang gadis yang sedang tersenyum, di tanah berlumpur di Irak ketika ia sedang bertugas. Setelah menemukan foto itu, Thibault mengalami serentetan keberuntungan dalam hidupnya. Dari memenangi permainan kartu sampai terselamatkan dari maut peperangan. Setelah selesai bertugas, Thibault terus menyimpan foto tak bertuan itu dan akhirnya terdorong untuk menemukan gadis dalam foto itu dengan sedikit sekali petunjuk. Novel ini menceritakan tentang perjalanan Thibault, pertemuannya dengan gadis dalam foto tersebut, dan bagaimana kisah antara keduanya lalu berkembang, disertai konflik-konflik lain. Ceritanya unik, simpel, tapi endingnya lumayan twisting. Ada satu kebiasaan gue kalo baca buku fiksi. Otak gue akan secara naluriah mencocokkan karakter fisik tokoh-tokoh dalam buku tersebut dengan aktris atau aktor sungguhan. Jadi, selama gue membaca buku tersebut, gue akan membayangkan si aktor atau aktris 'anu' yang berperan menjadi tokoh-tokoh tersebut. Untuk buku ini, gue kebayang Jared Padalecki sebagai Thibault dan Claire Danes sebagai Elizabeth, cewek dalam foto itu. hehe. Bebas kan?


We'll Meet Again
Author : Mary Higgins Clark

Satu hal yang paling mencolok dari buku-buku Clark adalah judulnya yang sangat romance. Kesannya buku-buku dia berisi cerita mendayu-dayu penuh cinta dan airmata. PADAHAL, Clark umumnya menulis cerita kriminal yang penuh suspense dan konspirasi. YES, my favorite genre! Khusus untuk buku ini, cerita berkisah tentang Fran Simmons yang harus membantu teman masa SMA nya, Molly Lasch, untuk membuktikan kebenaran. Molly dipenjara selama lima setengah tahun karena dituduh membunuh suaminya, dr. Gary Lasch, yang berselingkuh dengan perawat muda di rumah sakit milik Gary. Setelah keluar dari penjara, Molly bersikukuh menyatakan bahwa walaupun ia tidak bisa mengingat jelas kejadian pada malam kematian Gary, ia yakin ia tidak membunuh suaminya itu. Dalam penyelidikannya membantu Molly, Fran semakin terlibat dalam konspirasi dan intrik dalam tubuh organisasi manajemen kesehatan besar di Connecticut yang tidak hanya mengejutkan, namun juga mengancam nyawanya.
Ah, gue suka banget cerita ini. Fakta-fakta mengejutkan disampaikan perlahan-lahan dan diakhiri dengan twisted ending yang menambah kepuasan membaca. Top. Tapi bagi gue, ada istilah-istilah inggris yang agak sulit dimengerti karena berhubungan dengan hukum dan medis. Jadi gue sempet check and recheck saat baca buku ini. Untuk buku ini, gue membayangkan Tina Fey sebagai Fran Simmons, dan Nicole Kidman yang sedikit lebih muda sebagai Molly.

Carrefour and Prejudice + Celebutantes

Kemarin sore, gue, ponakan gue Kayla dan Abah gue membentuk trio cilik. haha enggak. Kemarin sore kita bertiga ke Carrefour Cikokol buat belanja keperluan rumah. Well, technically Abah did. Kenyataannya, gue dan neng Kayla hanya bertugas sebagai penggembira dan money spender yang kerjaannya tinggal nyamber biskuit, coklat, soft drink dan snack lainnya. Singkat kata, waktu si Abah lagi ke tempat buah, gue sama neng Kayla yang naik di trolley (neng Kayla yang naik, bukan gue) pergi ke tempat dairy products. Pas gue lagi megang-megang plain yoghurt Cimory (which i love so much), ada mbak-mbak carrefour yang emang lagi jaga sekitar situ ngedeketin gue.

"Ibu, silakan yoghurt buah nya.." IBU??!! bloody hell! i was wearing ripped Bali t-shirt and shorts, bukan blus formal ala nyokap-nyokap. Tapi mungkin karena dia ngeliat gue sendirian sambil bawa tas dan ngedorong anak kecil, jadilah gue IBU-ibu. Berhubung gue males berargumen, yaudah gue diemin aja.

"Yah saya gak suka yang rasa (buah), mbak. Saya ambil yang ini aja"
Gue ngambil satu cup gede plain yoghurt Cimory instead of yoghurt berwarna-warni dalam botolan kecil yang dia tawarkan.

"Tapi yang ini lebih praktis, BU. langsung minum." Dia agak setengah maksa.
Woy!! This gigantic cup of yoghurt will cost me more than your tiny bottles of artificial-flavoured yoghurt! Won't your boss just LOVE it? Dan yang kedua, gue bukan IBU!

"Nggak ini aja. Makasih mbak."
Gue langsung pengen ngacir. Tapi entah dia nggak denger atau apa, dia malah ngoceh.
"Aduuh cantik amaat!! Namanya siapa? Berdua aja sama Mama?!" Dia nanya neng Kayla.
TOENG!! There! I was officially a MOM. I was annoyed and felt hillarious at the same time. I couldn't help staring at her with a 'puh-leasee' grin.
"Kaylaa.." neng Kayla HANYA menjawab pertanyaan mengenai namanya dan tidak mengindikasikan kalau gue bukan mamanya.

Worse, bokap gue dateng dan nanya. "Udah? ada lagi ngga yang mau dibeli?". Kalo mbak-mbak itu pinter, pikiran yang seharusnya muncul adalah 'ooh.. Bapak-bapak sangar ini adalah Kakek, Ibu-ibu ini anaknya, dan anak kecil ini cucunya si Bapak'. Tapi entah kenapa, dari ekspresi melongo yang dia tampilkan, tampaknya dia menganggap gue adalah perempuan muda yang menikah dengan om-om. Kalau boleh dikembangkan ceritanya, karena dijodohkan oleh orang tua gue. Hahaha. Kayanya dia kebanyakan nonton sinetron.
Yaudahlah, gue boleh dong berprasangka mbak-mbak itu agak 'tidak pintar', sama seperti mbak-mbak itu bebas berprasangka kalo gue udah punya anak. :p

*************************************************************
Anyway, gue baru selesai baca novel fiksi karya Amanda Goldberg & Ruthana Khalighi Hopper, judulnya Celebutantes, yang berarti anak dari seseorang yang terkenal, yang sejak muda sudah mendapatkan perhatian media mengenai kekayaan dan gaya hidupnya (celebrity+debutante). Kalo dalam kehidupan nyata kayak Paris Hilton, Nicole Richie atau Kim Kardashian.



Ceritanya seputar hidup Lola Santisi, anak dari sutradara terkenal Hollywood, Paul Santisi. Dalam buku ini, Lola harus berjuang menghadapi olok-olok media mengenai aktingnya yang lousy, penyakit actorholicnya (yang mengakibatkan Lola patah hati berkali-kali), hingga sisi bobrok keluarganya yang tidak terlihat oleh media. Tapi cerita lalu berfokus pada usaha mati-matian Lola berkarir di bidang desain membantu sahabatnya, Julian Tennant, seorang desainer pemula, untuk meyakinkan para A-list Actresses agar mau mengenakan gaun rancangan Julian ke karpet merah Oscar. Sesuatu yang disebut Lola sebagai "L.A.'s cruelest blood sport".

Sebenernya, it's almost another american chick-lit. Tapi yang bikin beda adalah settingnya yang sangat Hollywood. Melalui buku ini kita diajak mengintip 'kejamnya' Hollywood terutama selama Oscar Weeks. Kayak tingkah laku para aktris yang nyebelin dan nggak masuk akal, para aktor yang seakan mengidap narsisis ekstrim, serta kejamnya klaim best or worst dressed actresses di karpet merah Oscar. Selain itu, ketika baca buku ini terasa banget banyaknya seleb-seleb, desainer, dan tempat-tempat terkenal di Hollywood yang disebutkan menjadi bagian dari cerita. Semua itu dikemas dengan cukup apik mengingat kedua penulisnya memang punya pengalaman sebagai Hollywood Insiders. Alur ceritanya, walaupun cukup seru, kadang agak lambat dan berputar-putar. Membaca buku ini lebih enak sambil menikmati suasana Hollywood itu sendiri daripada terlalu memusingkan alur ceritanya.
++ Novel ini punya cara promosi yang unik. Yaitu dengan membuat visual teaser lewat youtube(dengan pemeran betulan) layaknya teaser film. Jadi pembaca bisa punya sedikit gambaran tentang tokoh-tokoh dan adegan-adegan di novel ini.

I'll Be There For You

So no one told you life was gonna be this way. clap-clap-clap-clap
Your job's a joke , you're broke your love life's DOA
It's like you're always stuck in second gear
When it hasn't been your day, your week, your month, or even your year...

but,

*
I'll be there for you (when the rain starts to pour)
I'll be there for you (like i've been there before)
I'll be there for you ('cause you're there for me too)

You're still in bed at ten, and work began at eight
Yo've burned your breakfast, so far... things are going great
Your mother warned you there'd be days like this
Oh but she didn't tell you when the world has brought
you down to your knees, that..

back to *

No one could ever know me
No one could ever see me
Seems your the only one who knows
what it's like to be me
Someone to face the day with
Make it through all the rest with
Someone i'll always laugh with
Even in my worst i'm best with you, yeah..

It's like you're always stuck in second gear
When it hasn't been your day, your week, your month, or even your year

back to *

I'll be there for you
I'll be there for you
I'll be there for you
'Cause you're there for me too

Re-running

Always a great mood-turner :D