Maka, sekali lagi dengan mengandalkan invitation yang dihibahkan kakak ipar gue, gue mendatangi dua event besar di iNAFFF 2009 yakni opening dan closing.
Opening Day (Jumat, 13 November 2009) – Blitz Grand Indonesia
screening film : Rumah Dara / Macabre
Gue nggak tahu apakah Indonesia pernah bikin film slasher sebelumnya. Tapi yang jelas, menurut gue Rumah Dara ini salah satu film layak tonton. Film ini menawarkan petualangan baru buat penonton Indonesia. Keseruan menonton bukan dibangun dari penampakan hantu kacangan atau adegan mesum yang lagi marak saat ini, melainkan dari kepanikan dan darah yang berceceran dimana-mana. (fyi menurut gue darah di film ini cukup mantap karena gak berubah jadi pink di kain. Gak seperti film-film Indonesia pada umumnya. Haha.). Apalagi, Rumah Dara ini sebelumnya udah sering jalan-jalan di festival film luar negeri. Shareefa Danish sebagai Dara bahkan diganjar Best Actress di Puchon International Fantastic Film Festival 2009. Sadis.
Gue nonton bareng teteh gue yang awalnya niat banget pengen nonton. Eh pas di dalem auditorium dia malah sibuk nutup kuping nutup mata karena ga tahan liat adegannya. Haha. Selain itu gue juga nonton bareng Nanien dan Rizu. Dynamic Duo yang berhasil memenangkan kontes nonton opening iNAFFF di facebook.
Intermezzo Day (Sabtu, 14 November 2009) – Blitz Grand Indonesia
nonton : Yatterman
Inilah yang gue sebut dengan the real double date. Gue nonton film yang diperanin sama SHO SAKURAI ini bareng Mr. Toraja (yang bersedia setelah melalui beberapa pemaksaan mental dan fisik). Udah gitu gue juga bareng sama anak-anak camen kayak Nanien, Rizu, Dechu, Yuni dan Lescha. Jadi, gue sebelumnya emang udah memperingatkan Mr. Toraja kalo malam itu hati gue akan terbagi antara dia dan Sho. Selain itu gue juga bilangin dia untuk siap-siap denger jeritan cinta-tak-sampai para fangirls yang nonton di auditorium. Karena bener aja, selain gue dan Nanien, penonton yang dateng rata-rata adalah anak-anak forum Arashi di internet. Jadi status laki gue malam itu adalah “intimidated, alienated”.
Overall, filmnya ngawur, tipe live-action dari anime yang agak maksa, dan : MESUM ala Miike Takashi. Bahkan sampai saat ini Nanien masih sakit hati kalo inget adegan Sho menghisap racun kalajengking di paha perempuan lain. Hahaha. FREAK FREAK FREAK. Saat paling seru di acara nonton kali ini adalah ketika film berakhir. Panitia iNAFFF udah siap-siap di deket layar untuk say ‘thanks’ ke penonton yang mau keluar. Tetapi karena isinya kebanyakan fan hardcore, penonton ternyata belum juga turun sampai credit title selesai. Pas credit title, di layar ada cuplikan adegan-adegan film diiringi sama soundtrack ‘Believe’ dari Arashi. Jadilah semua orang nyanyi rame-rame. Lagu diakhiri dengan lirik “This is the movement!”. Dan semua orang secara serentak meneriakkan lirik itu dengan lantang diikuti tepuk tangan meriah. Hahaha. Panitianya pada bengong. Mungkin gak habis pikir film sengawur ini kok pada antusias banget.
Closing Day (Minggu, 22 November 2009) – Blitz Grand Indonesia
screening film : The Fourth Kind
Sama seperti opening day, film yang dibintangi Milla Jovovich ini baru resmi edar di bioskop Desember 2009. Gue nonton film ini bareng Nanien dan setelah itu membajak rumah Donda di cendana. Jujur gue antusias banget pengen nonton setelah melihat review PO iNAFFF, Rusli Edi atau Sly yang bilang kalo dia pertama kali nonton film ini di Cannes dan merinding banget.
Kalo denger tema nya : Alien Abduction, mungkin lo akan langsung bilang. “aahh.. another cheesy movie.”. Tapi ternyata film yang disutradarai sama Olatunde Osunsanmi ini menawarkan taste yang berbeda. Film ini bilang kalo ceritanya diangkat dari actual case studies tentang orang-orang yang hilang di Alaska pada periode waktu tertentu. Menurut gue formatnya unik dan keren karena ada saat-saat film ini menyandingkan rekaman adegan asli (dokumenter) dengan adegan yang sudah diperankan oleh aktris atau aktornya. Yang paling bikin gue salut adalah film ini membangun ketegangan dari suasana, dialog, ekspresi, dan sisipan footage asli khas handycam. Bukan dari penampakan-penampakan murahan.
Tapi, kalo mau nonton film ini, ikutin saran Rusli Edi : Stop cari resensi, review, atau informasi apapun mengenai film ini. Karena kesan yang timbul ketika lo menonton film ini dari nol akan lebih mantap daripada ketika lo udah baca-baca info tentang film ini. Gue udah nyoba dan gue rasa gue ngerti kenapa Sly bilang begitu.
Uooooh. Gue berharap iNAFFF akan ada lagi tahun depan. Dan gue harap Mas gue akan menghibahkan lagi invitation buat opening dan closingnya. Hohoho.
Mau tahu lebih lanjut tentang event seru yang udah lewat ini :p ? kunjungi http://www.inafff.com/2009/index.php
Mayhem. Movie. Mayhem























